Latest Post

Kunjungan Raja Salman Ke Indonesia Super Mewah Dilengkapi Dari Arab

Written By qfle_B_O_Manado on Minggu, 26 Februari 2017 | 11.41

Jakarta Beritaonline.co.id Kunjungan Raja Salman Ke Indonesia Super Mewah Dilengkapi Dari Arab Saudi.  Raja Arab Saudi Salman Abdul Aziz Al Saud berencana berkunjung ke Indonesia pada 1-9 Maret 2017.

Dalam kunjungan ini, PT Jasa Angkasa Semesta Tbk (JAS) ditunjuk oleh Saudi Arabia Airlines sebagai penyedia pelayanan penunjang penerbangan.

Presiden Direktur PT JAS, Adji Gunawan mengatakan, kedatangan Raja Salman bin Abdulazis Al-Saud merupakan kunjungan bersejarah,setelah 47 tahun yanglalu Raja Faisal bertandang ke Indonesia.(rilis [PORTAL-ISLAM]

Terlebih pada kunjungannya kali ini, Raja Salman membawa serta delegasi berjumlah kurang lebih 1.500 orang.termasuk jajaran menteri dan 25 Pangeran.

"Ini sebuah sejarah ya, pertama kali datang, waktu 47 tahun lalu, Raja Faisal," kata Adji di Komplek Pergudangan Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Jumat 24 Februari 2017Menurut Adji, jumlah barang yang dibawa oleh rombongan Kerajaan Arab Saudi tersebut jika ditotal beratnya mencapai ratusan ton.

Tercatat dari data yang ia terima, estimasi tonase kargo yang diturunkan di Halim Perdana Kusuma seberat 63 ton.

Sedangkan estimasi tonase kargo yang turun di Denpasar Balisebanyak 396 ton."Di antaranya itu ada mobil, electric escalator, furniture, x-ray machine, office tools, dan barang-barang lainnya," ujar AdjiSebagai perusahaan nasional Indonesia, lanjut Adji, kami berkomitmen untuk berperan serta menjadi tuan rumah yang baik dalam kunjungan kenegaraan Raja Salman ini.

"Selain itu,adalah kewajiban kami untuk memberikan layanan terbaik kami bagi Saudi Arabia Airlines yang telah mempercayai kami dalam kunjungan bersejarah ini," ujarnya.

Massa Aksi 212 Gerbang DPR RI, Habib Rizieq: Massa Untuk Tenang

Written By qfle_B_O_Manado on Selasa, 21 Februari 2017 | 16.00

JAKARTA BeritaOnline.co.id  Massa Aksi 212 Gerbang DPR RI didatangi Habib Rizieq, dan memintah Massa Untuk Tenang. Setelah Tiga pimpinan Komisi III DPR yakni Bambang Soesatyo, Mulfachri Harahap dan TrimedyaPanjaitan, bersama perwakilan DPD AM Fatwa dan Fahira Idris menemui massa aksi 212 di depan Gedung DPR/ MPR RI.

Mereka berjanji akan menindaklanjuti tuntutan dari massa aksi 212. (Rilis republika.co.id) Massa aksi sempat seperti tidak menyukai kehadiran mereka. Sehingga menyoraki dan meminta sambil mengatakan berteriak hati -hati provokasi terhadap tiga perwakilan DPR tersebut turun.

Melihat hal tersebut, Imam Besar FPI Habib Rizieq meminta massa untuk tenang.''Hari ini dari partai mana saja untuk berhentikan Ahok.‎ Siap dengar sambutan mereka? Siap tenang? Siap. Takbir!'' ujar HabibRizieq, di Depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (21/2).

Kemudian Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo berbicara kepada massa. Ia mengatakan, hampir seluruh fraksi hadir menerima perwakilan, dan semua sepakat menerima aspirasi umat Islam.

Tuntutan tersebut pertama, lanjut dia, menonaktifkan Ahok sesuai UU yang berlaku. Kedua, hentikan kriminalisasi ulama. Ketiga, hentikan penangkapan mahasiswa, keempat tegakkan hukum.''Kami akan lakukan dua langkah,pertama bawa ke pimpinan, Pemerintah, Presiden RI.

Kedua, kami akan ketemu dengan Kapolri, dengar pendapat dan sampaikan tuntutan. Semoga Allah Swt melindungi bangsa kita,'' ucap Bambang kepada pendemo.

Setelah itu masa langsung teriakmeminta DPR membuktikan ucapannya. Habib Rizieq pun menanyakan apakah massa puas atau tidak. ''Aspirasi diterima, puas atau tidak?'' ucapnya.

Massa pun mengatakan puas, dan diminta Habib Rizieq untuk membubarkan diri.

''Ayo pulang biar tertib, saya ikut pulang, sampai ketemu lagi, Bismillah,'' kata Habib Rizieq kepada massa.(Kifli Abidjulu)

Massa Aksi 212 Gerbang DPR RI, Habib Rizieq: Massa Untuk Tenang

JAKARTA BeritaOnline.co.id  Massa Aksi 212 Gerbang DPR RI didatangi Habib Rizieq, dan memintah Massa Untuk Tenang. Setelah Tiga pimpinan Komisi III DPR yakni Bambang Soesatyo, Mulfachri Harahap dan TrimedyaPanjaitan, bersama perwakilan DPD AM Fatwa dan Fahira Idris menemui massa aksi 212 di depan Gedung DPR/ MPR RI.

Mereka berjanji akan menindaklanjuti tuntutan dari massa aksi 212. (Rilis republika.co.id) Massa aksi sempat seperti tidak menyukai kehadiran mereka. Sehingga menyoraki dan meminta sambil mengatakan berteriak hati -hati provokasi terhadap tiga perwakilan DPR tersebut turun.

Melihat hal tersebut, Imam Besar FPI Habib Rizieq meminta massa untuk tenang.''Hari ini dari partai mana saja untuk berhentikan Ahok.‎ Siap dengar sambutan mereka? Siap tenang? Siap. Takbir!'' ujar HabibRizieq, di Depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (21/2).

Kemudian Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo berbicara kepada massa. Ia mengatakan, hampir seluruh fraksi hadir menerima perwakilan, dan semua sepakat menerima aspirasi umat Islam.Tuntutan tersebut pertama, lanjut dia, menonaktifkan Ahok sesuai UU yang berlaku. Kedua, hentikan kriminalisasi ulama. Ketiga, hentikan penangkapan mahasiswa, keempat tegakkan hukum.

"Kami akan lakukan dua langkah,pertama bawa ke pimpinan, Pemerintah, Presiden RI. Kedua, kami akan ketemu dengan Kapolri, dengar pendapat dan sampaikan tuntutan. Semoga Allah Swt melindungi bangsa kita,'' ucap Bambang kepada pendemo.


Setelah itu masa langsung teriakmeminta DPR membuktikan ucapannya. Habib Rizieq pun menanyakan apakah massa puas atau tidak. ''Aspirasi diterima, puas atau tidak?'' ucapnya.

Massa pun mengatakan puas, dan diminta Habib Rizieq untuk membubarkan diri.
''Ayo pulang biar tertib, saya ikut pulang, sampai ketemu lagi, Bismillah,'' kata Habib Rizieq kepada massa.

Penyandang disabilitas di pilgub DKI 2017 mencapai 99,7 persen

JAKARTA - BeritaOnline.co.id Penyandang disabilitas di pilgub DKI 2017 mencapai 99,7 persen. Hal berdasarkan pemantauan General Election Network for Disability Access (AGENDA) dan Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) terhadap aksesibilitas pada pemilihan gubernur (pilgub) DKI Jakarta 2017.

Ada 69 pemantau yang diturunkan ke 1001 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Jakarta.Koordinator Nasional JPPR Masykurudin Hafidz menuturkan,berdasarkan hasil pemantauan itu, tingkat partisipasi penyandang disabilitas di Pilgub DKI ini mencapai 99,7 persen.

Ini berdasarkan data hasil entry data model c1 yang merupakan hasil sementara dan bukan hasil final.Masykurudin memaparkan, ada kenaikan jumlah pemilih disabilitas sebesar 4.885 pemilih, dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang berjumlah 5.371.(rilis republika.co.id)

Artinya, ada sebanyak 10.256 pemilih dari kalangan penyandang disabilitasyang mengeluarkan hak suaranya pada Pilgub DKI 2017."Keterlibatan pemilih disabilitas dalam menggunakan hak pilih, sangat tinggi," ujar dia, Selasa (21/2).Selain itu, pemantauan juga dilakukan terhadap kondisi jalan menuju TPS yang disediakan bagi penyandang disabilitas.

Dalam pasal 17 ayat 2 PKPU 10/2015 sebagaimana diubah menjadi PKPU 14/2016, TPS harus berada di lokasi yang mudah dijangkau oleh pemilih, termasuk pemilih penyandang disabilitas.Jalan menuju TPS harus dipastikan permukaan tanahnya tidak berbatu, tidak bergelombang, tidak berumput tebal atau tidak berparit.

Dengan begitu, maka akan memudahkan pemilih penyandang disabilitas saat hendak memilih di TPS.

Hasil pemantauan ini menemukan, sebanyak 546 TPS, atau 55 persen dari total TPS, tidak bisa diakses penyandang disabilitas. Hanya 455 TPS, atau 45 persen, yang bisa dilalui mereka.

Kemudian, terkait lokasi TPS, pemantauan itu juga menemukan, 424 TPS di DKI Jakarta tidak akses bagi penyandang disabilitas karena terleak di lokasi yang bertangga, bertingkat, berundak, berumput, dan berkarpet.

Dan hanya 577 TPS yang lokasinya mempermudah akses bagi mereka saat memilih.Selain itu, dalam hal penyediaan pintu masuk dan pintu keluar TPS, 17 persen, atau 172 TPS di Jakarta, menyediakan pintu dengan lebar di bawah batas minimal 90 sentimeter.

Ini tentu menyulitkan pengguna kursi roda untuk memasuki TPS.Sedangkan jumlah TPS yang menyediakan pintu dengan lebardi atas 90 sentimeter dan sesuaiaturan, memang lebih banyak, yakni persentasenya 83 persen atau 829 TPS.Dalam PKPU dan Buku Panduan Pemungutan dan Perhitungan Suara, juga diatur soal ketentuanluas TPS 8 x 10 meter. Namun, masih ada TPS yang luarnya tidak sesuai ketentuan.

Ada 256 TPS atau 26 persen yang luas TPS-nya tidak cukup luas sehingga menyulitkan penggunakursi roda untuk bergerak.Sedangkan, 746 TPS atau 74 persen TPS memiliki luas yang cukup bagi pengguna kursi roda.

Jarak antara meja bilik suara dengan dinding pembatas belakang dan samping minimal 1meter sehingga memberikan ruang yang cukup bagi mereka saat bergerak.Selain itu, soal ketersediaan alat bantu tuna netra, masih ada 144 TPS atau 14 persen yang tidak menyediakan alat bantu tuna netra. Sisanya, sebanyak 857 TPS atau 86 persen menyediakan alat tersebut.

Tidak adanya alat bantu ini kemungkinan karena petugas tidak mengetahui kegunaan alat bantu itu. Ada juga di beberapa TPS ditemukan alat bantu itu diletakkan di bawah meja pendaftaran pemilih dan tidak pernah dijelaskan kegunaannya selama proses pemungutan suara.Padahal, alat bantu memilih bagi disabilitas netra merupakan kebutuhan utama bagi disabilitas netra jika mereka maumenggunakan hak pilihnya secara langsung tanpa dibantu pendamping. Ketersedian alat bantu tuna netra di TPS menjadi keharusan dalam perlengkapan pemungutan dan perhitungan suara, dan harus disediakan di dalam kotak suara serta diterimaoleh KPPS paling lambat 1 hari sebelum pelaksanaan pemungutan suara 15 Februari 2017.

Massa Aksi 212 Gerbang DPR RI, Habib Rizieq: Massa Untuk Tenang

JAKARTA BeritaOnline.co.id  Massa Aksi 212 Gerbang DPR RI didatangi Habib Rizieq, dan memintah Massa Untuk Tenang. Setelah Tiga pimpinan Komisi III DPR yakni Bambang Soesatyo, Mulfachri Harahap dan TrimedyaPanjaitan, bersama perwakilan DPD AM Fatwa dan Fahira Idris menemui massa aksi 212 di depan Gedung DPR/ MPR RI.

Mereka berjanji akan menindaklanjuti tuntutan dari massa aksi 212. (Rilis republika.co.id) Massa aksi sempat seperti tidak menyukai kehadiran mereka. Sehingga menyoraki dan meminta sambil mengatakan berteriak hati -hati provokasi terhadap tiga perwakilan DPR tersebut turun.

Melihat hal tersebut, Imam Besar FPI Habib Rizieq meminta massa untuk tenang.''Hari ini dari partai mana saja untuk berhentikan Ahok.‎ Siap dengar sambutan mereka? Siap tenang? Siap. Takbir!'' ujar HabibRizieq, di Depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (21/2).

Kemudian Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo berbicara kepada massa. Ia mengatakan, hampir seluruh fraksi hadir menerima perwakilan, dan semua sepakat menerima aspirasi umat Islam.Tuntutan tersebut pertama, lanjut dia, menonaktifkan Ahok sesuai UU yang berlaku. Kedua, hentikan kriminalisasi ulama. Ketiga, hentikan penangkapan mahasiswa, keempat tegakkan hukum.

"Kami akan lakukan dua langkah,pertama bawa ke pimpinan, Pemerintah, Presiden RI. Kedua, kami akan ketemu dengan Kapolri, dengar pendapat dan sampaikan tuntutan. Semoga Allah Swt melindungi bangsa kita,'' ucap Bambang kepada pendemo.


Setelah itu masa langsung teriakmeminta DPR membuktikan ucapannya. Habib Rizieq pun menanyakan apakah massa puas atau tidak. ''Aspirasi diterima, puas atau tidak?'' ucapnya.

Massa pun mengatakan puas, dan diminta Habib Rizieq untuk membubarkan diri.
''Ayo pulang biar tertib, saya ikut pulang, sampai ketemu lagi, Bismillah,'' kata Habib Rizieq kepada massa.

Lonsor Ditbambulinas Tinoor, BPJN XV Atyanto Busono: 2 Whell Loader 1 Excavator Diterjunkan

Written By qfle_B_O_Manado on Kamis, 26 Januari 2017 | 09.30

Tomohon - BeritaOnline.co.id com Lonsor ditambulinas Tinoor, Kelurahan Tinoor II lingkungan V, Jalan Manado-Tomohon, langsung mendapat perhatian kusus dengan dikerahkan alat berat dilokasi yakni, 2 Whell Loader dan 1 Excavator milik Balai Pembangunan Jalan  Nasional BPJN XV dibawah pimpinan kabalai bapak Ir Atyanto Busono MT, kamis 26 januari 2017.

Hujan yang menyelimuti hapir seluruh provensi Sulawesi Utara sejak kemarin sore mengakibatkan terjadinya longsor besar di Tambulinas Kelurahan Tinoor II lingkungan V, Jalan Manado-Tomohon Kota Tomohon.

Arus jalan Manado Tomohon dialikan sementara dikampung Tinoor menginggat, pekerjaan sedang berlangsung oleh Balai Pembangunan Jalan Jembatan Nasional BPJN XV.

Kepada Media kepalah balai pembangun Jalan Jembatan Nasional BPJN XV bapak Ir Atyanto Busono MT mengatakan, "dengan dikerahkan dilokasi longsor dua buah alat berat Whell Loader dan satu Excavator bisa secepatnya mengembalikan arus lalu lintas untuk kembali normal," ungkap Kabalai BPJN XV Ir Atyanto Busono MT. (Kifli Abidjulu)

Survei Terbaru, Anies – Sandi Menang Pilkada DKI Jakarta

Written By qfle_B_O_Manado on Selasa, 17 Januari 2017 | 09.30

Jakarta – BeritaOnline.co.id PolMark Indonesia melalui lembaga surveynya PolMark Reseacrh Center (PRC) merilis prediksi terjungkalnya Ahok di putaran pertama Pilkada DKI. Dalam survey yang dirilis 05 Oktober 2016 kemarin, menunjukkan tren elektabilitas Ahok terus tergerus tajam, sehingga sangat mungkin menjelang pencoblosan suara Ahok – Djarot berada di bawah penantangnya Anies – Sandi dan Agus – Silvy.(rilis SatuNusaNews)

Untuk Pilkada DKI 2017, PRC telah mengadakan tiga kali survei, yaitu pada bulan Februari, Juli dan Oktober 2016. Survei ketiga PRC PolMark Indonesia yang kegiatan wawancara/turun lapangannya diadakan pada 28 September – 4 Oktober 2016 lalu.

Menganalisa hasil survey, Eep Saefullah Fatah meyakini Pilkada DKI akan berlangsung dua putaran. Hal itu berbasis hasil tiga kali survei yang sudah dilakukan serta riset dan pemetaan politik Jakarta, ditambah dengan kecenderungan pemilih Jakarta sejak Pilkada 2012.

“Saya pribadi menduga bahwa Pilkada Jakarta berpotensi besar berlangsung dalam dua putaran,” ungkap Eep.

Eep juga meyakini bahwa putaran pertama Pilkada DKI akan dimenangkan oleh pasangan Anies Baswedan – Sandiaga Uno usungan Partai Gerindra dan PKS. “Trend data yang tersedia menunjukkan bahwa pasangan Anies-Sandiaga berpotensi mendulang suara terbanyak dalam Putaran Pertama, diikuti oleh pasangan Basuki-Djarot,” terangnya.

Sangat besar kemungkinan petahana akan tumbang pada pilkada kali ini mengingat tersedia potensi yang cukup besar, mengulang fenomena serupa dalam Pilkada 2012 lalu.

Survei ini dilakukan terhadap 1.100 responden, yaitu warga Jakarta berhak pilih pada saat survei diadakan. Responden diambil dengan metode multistage random sampling (sampel acak bertingkat), diwawancarai secara tatap muka. Margin of error survei ini adalah +/- 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%. Responden terdistribusi secara proporsional di setiap Kota di DKI Jakarta.

Hasil survei menunjukkan bahwa petahana, pasangan Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat memiliki elektabilitas 31,9% diikuti oleh Anies Rasyid Baswedan – Sandiaga Salahuddin Uno 23,2% dan Agus Harimurti Yudhoyono – Sylviana Murni dengan elektabilitas 16,7%. Masyarakat Jakarta yang belum menentukan pilihan sebesar 28,2%.

Trend elektabilitas Basuki mengalami penurunan sebesar 10,8% dalam rentang waktu Juli hingga Oktober ini (sekitar tiga bulan). Dalam survei PRC PolMark Indonesia bulan Juli 2016 Basuki memiliki elektabilitas sebesar 42,7% dan turun menjadi 31,9% pada Survei bulan Oktober 2016 ini.

Dari 31,9% responden yang memilih Basuki-Djarot dalam survei bulan Oktober ini, hanya 23,2% yang menyatakan pilihannya terhadap Basuki-Djarot sudah mantap, tidak akan berubah. Sementara itu, dalam survei bulan Juli 2016, dari 42,7% yang memilih Basuki-Djarot yang menyatakan mantap 28,7%. Dengan demikian, di kalangan pemilihnya yang mantap sekalipun, elektabilitas Basuki-Djarot mengalami penurunan sebesar 5,5%.

Trend serupa terjadi pada tingkat kepuasan masyarakat Jakarta terhadap kinerja Basuki sebagai Gubernur DKI Jakarta. Dalam survei Oktober 2016, tingkat kepuasan terhadap kinerja Gubernur adalah 61,8%. Angka ini merupakan penurunan sebesar 8% dari tingkat kepuasan sebesar 69,8% dalam survei Juli 2016 lalu.

Survei PRC PolMark Indonesia Oktober 2016 juga menunjukkan bahwa Basuki adalah kandidat yang paling dikenal warga. Sebanyak 97,1% warga kenal Basuki. Tetapi, hanya 58,3% yang mengaku suka pada Basuki. Sementara itu, Anies dikenal oleh 82,8% masyarakat Jakarta dan disukai oleh 63,1% masyarakat. Lebih banyak warga Jakarta yang menyukai Anies dibandingkan Basuki. Sedangkan Agus dikenal oleh 81,5% dan disukai oleh 53,5% masyarakat Jakarta.

Berikut adalah data hasil survei menyangkut popularitas dan kedisukaan para kandidat Wakil Gubernur. Djarot dikenal oleh 79,6% dan disukai oleh 46,9% warga. Sandiaga dikenal oleh 75,6% dan disukai oleh 50,8% masyarakat. Sementara Sylviana dikenal oleh 56,1% dan disukai oleh 32,7% warga Jakarta.

Secara umum masyarakat DKI Jakarta menilai Basuki-Djarot berhasil dalam hal penyediaan transportasi umum yang memadai, pembersihan sungai-sungai di Jakarta, perbaikan fasilitas angkutan dan jalan raya, dan perbaikan kinerja birokrasi. Sedangkan dalam hal penanggulangan banjir, penanggulangan kemacetan, penertiban “pemukiman liar”, dan penertiban pedagang kaki lima (PKL), Basuki-Djarot dinilai gagal. (Kifli Qfle)

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BeritaOnline | Portal Berita Indonesia | Berita Terbaru | Berita Terkini | Berita Hari Ini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger