Indonesia yang terletak di kawasan tropis dunia mewarisi bibit penyakit khas kawasan tropis salah satunya adalah virus Dengue. Virus ini bisa disebarkan oleh nyamuk Aedes Agepty yang berpopulasi di kawasan tropis seperti di sini. Mereka yang terkena gigitan nyamuk ini dan sistem kekebalan tubuhnya lemah, akan mengalami demam sebagai gejala dimulainya tahapan virus ini menyerang tubuh manusia. Meski sekarang ini demam berdarah sudah bisa ditangani dengan baik dengan obat-obatan, namun bagi yang tak jeli dengan gejalanya, kasus DBD bisa berujung kematian. Apa saja ciri demam berdarah yang perlu diwaspadai agar pasien tidak mengalami keparahan yang berhujung kematian?

Sebelum membicarakan mengenai gejala DBD, Anda perlu mengetahui tahapan virus menyerang tubuh manusia terlebih dahulu. Dimulai dengan digigitnya manusia oleh nyamuk Aedes Aegepti yang biasanya menggigit di area leher atau lengan. Pada saat digigit, mungkin hanya gatal yang terasa di kulit, namun seiring dengan kalahnya sistem pertahanan tubuh, penderita akan mengalami demam pada 1 hingga 2 hari setelah gigitan nyamuk. Demam tersebut sebagai tanda bahwa virus mulai menyerang bagian dalam tubuh dan tubuh melakukan perlawanan dengan munculnya demam tersebut.

Setelah timbul demam selama kurang lebih 2 hingga 7 hari, demam akan menghilang dengan sendirinya. Pada fase ini banyak orang merasa sudah sembuh dari sakit yang dideritanya sehingga melanjutkan aktivitas seperti biasa. Akan tetapi justru pada saat ini tubuh seharusnya mendapatkan pengobatan untuk mematikan virus yang sudah berkembang di dalam tubuh sebelum mengakibatkan pendarahan dalam. Jika dibiarkan pasien akan mengalami pendarahan dalam yang ditandai dengan adanya luka memar keunguan di bawah kulit hingga mengalami pendarahan luar seperti mimisan, berak berdarah dan pendarahan lainnya. Pada fase ini, penderita dbd bisa meninggal dunia jika tak segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Dari uraian di atas, DBD terbagi menjadi beberapa tahap gejala yaitu:

  1. Demam Dengue.

Demam Dengue merupakan tahapan pertama pada saat seseorang digigit nyamuk Aedes Aegepti. Pada tahapan ini akan terjadi demam tinggi hingga lebih dari 40 derajat celcius selama 2 hingga 7 hari. Demam tinggi disertai dengan rasa pusing di kepala hingga nyeri otot dan sendi. Beberapa pasien juga mengalami mual muntah pada fase ini.

  1. Demam berdarah Dengue.

Pada fase ini tubuh mulai mengalami pendarahan dalam karena virus merusak pembuluh darah. Tandanya adalah timbulnya bintik-bintik merah yang semakin banyak di bawah kulit. Jika dibiarkan bintik tersebut akan membesar hingga berwarna keunguan yang berarti pendarahan semakin parah. Selain timbul memar, sakit kepala akan semakin hebat disertai dengan nyeri sendi atau otot.

  1. Syok.

Kondisi ini adalah kondisi yang sangat mematikan jika tak ditangani segera. Terjadinya kondisi ini karena virus sudah menyebabkan pendarahan hebat dengan menipisnya kadar trombosit. Pasien dapat mengalami pendarahan luar dengan mudah hingga darah memenuhi organ dalam dan bisa menyebabkan kematian akibat syok karena tekanan darah sangat rendah.

Itulah ciri demam berdarah yang tak boleh Anda sepelekan karena semakin dibiarkan akan semakin parah hingga bisa berujung kematian. Segera periksa ke dokter jika tubuh Anda mengalami demam tinggi mendadak antara 2 hingga 7 hari bahkan meski pada hari ke 8 demam sudah turun. Jaga asupan makan agar mengkonsumsi zat besi dan makanan kaya vitamin untuk membantu tubuh memproduksi trombosit kembali.