Taman Sari Ngayogyakarta, Situs Sejarah Berarsitektur Jawa-Portugis

  • 2 min read
  • Jan 09, 2020
Taman Sari Ngayogyakarta

Sudah merencanakan liburan akhir tahun 2019 menuju Tahun Baru 2020? Ayolah, jangan kerja terus! Duit dicari untuk mendapatkan kebahagiaan, kan? Nah, inilah waktunya membahagiakan dirimu. Siapkan dari sekarang, sisihkan waktumu untuk liburan yang menyenangkan!

Di Indonesia, destinasi wisata yang terkenal paling hemat anggaran adalah Yogyakarta. Tapi jangan pikir hanya orang dengan anggaran terbatas yang datang kemari. Karena Yogyakarta memang memiliki magnet wisata karena menyimpan begitu banyak objek luar biasa.

Dari peninggalan sejarah, karya seni, hingga pemandangan alamnya, main ke Yogyakarta dijamin bikin hati dan mata puas. Salah satu yang bisa kamu datangi adalah Taman Sari Ngayogyakarta.

Sebenarnya Taman Sari Ngayogyakarta adalah situs sejarah yang juga memiliki nilai budaya dan seni sekaligus. Dibangun pada tahun 1691 Tahun Jawa (1765 Masehi) pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I.

Awalnya Taman Sari Ngayogyakarta merupakan kebun istana Keraton Yogyakarta. Luasnya lebih dari 10 hektar dengan 57 bangunan berupa gedung, masjid, kolam pemandian, jembatan gantung, lorong bawah tanah, dll.

Akibat perang dan gempa bumi, banyak bagian tamansari yang hancur. Tapi oleh pemerintah setempat, sebagian besar telah dipugar agar dapat dijadikan tempat wisata, sekaligus melestarikan warisan sejarah Jawa.

Banyaknya kolam dan unsur air di taman ini membuatnya dijuluki water castle atau istana air. Selain itu, Taman Sari Ngayogyakarta juga mendapat “gelar” The Fragrant Garden karena pepohonan dan bunga-bunga yang harum di sekitar taman.

Mengunjungi taman ini, kamu pasti tak melewatkan sesi swafoto! Karena begitu banyak spot yang instagramable di sini. Ada Gedhong Gapura Hageng, gapura dengan relief burung dan bunga, yang di baliknya terdapat tangga dan pelataran. Cocok untuk background foto yang keren!

Ada pula Pasiraman Umbul Binangun, yakni tempat mandi keluarga sultan di masanya. Gedong Sekawan yang banyak ditumbuhi pepohonan. Pulo Kenanga dengan deretan tajug (menara ventilasi udara), serta banyak lagi bangunan dan area lainnya yang pas banget untuk nge-vlog atau sekadar instastory.

Yang paling menakjubkan adalah Sumur Gumuling yang ternyata adalah masjid bawah tanah. Bentuknya melingkar (gumuling dalam bahasa Jawa berarti berputar), yang dengan arsitektur ini, masjid tak membutuhkan pengeras suara. Bentuk tangga dan atapnya memungkinkan suara muazin dan imam terdengar hingga ke penjuru ruang.

Taman Sari Ngayogyakarta berlokasi di jalan Komplek Taman Sari, Kelurahan Patehan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta. Hanya sekira 1 km dari Keraton Jogja, tak jauh dari Malioboro.

Untuk liburan yang lebih terencana dan langsung menemukan objek yang tepat dengan karaktermu, kamu bisa menggunakan jasa agen wisata. Di Yogyakarta ada banyak biro atau agen yang menyediakan paket wisata Jogja.

Keuntungan lain menggunakan agen wisata, kamu bisa mendapat promo tertentu untuk tiket pesawat atau hotel yang lebih hemat. Jadwal dan agenda berlibur bisa disesuaikan sehingga lebih fleksibel. Jika kurang puas, kamu tinggal ganti agen pada liburan berikutnya.

Nah, paket wisata Jogja wajib jadi pertimbangan kalau kamu berniat jalan-jalan ke Yogyakarta. Daripada sampai sana ngalor ngidul dan masih harus cari-cari info, lebih hemat waktu kalau kamu memakai saran ini. Apalagi kalau jatah liburmu tidak banyak.

Di antara paket wisata Jogja juga tentunya memasukkan Taman Sari Ngayogyakarta sebagai salah satu destinasi wisata. Sebab peninggalan sejarah berarsitektur Jawa-Portugis ini tak hanya menarik minat wisatawan, tapi juga para pencinta sejarah. Kamu termasuk salah satu atau keduanya, coba rasakan nikmatnya jadi sultan di Taman Sari Ngayogyakarta!